5 hari di Australia Barat, Perth




Setelah di tulisan sebelumnya, saya cerita tentang persiapan family travelling kami ke Perth, nah di tulisan kali ini adalah tentang kegiatan kami selama di Perth. Ngapain aja sih 5 hari di kota yang mendapat julukan the most isolated city in the world ini.

Kami sampai di Perth sekitar jam 3 sore dan harus melewati imigrasi dan custom yang antriannya mengular. Sebelum perjalanan dengan bis ke apartment, kami juga beli sim card Australia (Optus) paket 1 minggu yang harga nya 10 AUD di bandara, sekalian minta tolong mba-mba penjaga counter untuk pasangkan. Malamnya setelah sampai di apartment, kami putuskan untuk grocery shopping di IGA East Perth yang sekitar 11 menit jalan kaki dari apartment. Selama perjalanan, ya ampun sepi bangeeettt padahal masih sekitar jam 7 malam dan jalan kaki nya pake lewatin kuburan segala 😂

Salah satu kelebihan lainnya dari apartment airbnb yang kami pilih ternyata sangat dekat sekali dengan beberapa bus stop, salah satu nya adalah Central Area Transit (CAT) Bus yang rutenya banyak melewati tourist spot dan GRATIS! Selain CAT bus, jika masih di zona 1 juga ternyata tetap GRATIS. Selama disana, kami seringnya memakai moda transportasi bus dibandingkan jalan kaki, karena memang bawa anak kecil dan cuaca yang lagi panas-panas nya di bulan Februari. 

Spot yang kami pilih selama 5 hari kebanyakan memang inner city dan ternyata Perth tidak semembosankan yang orang lain ceritakan loh. Berikut ini tempat-tempat seru yang kami kunjungi!

Semilir angin di Kings Park and Botanic Garden
Area kebun dalam kota dengan luas nya yang mencapai 400 hektare ini rasa-rasanya tidak akan cukup dijelajahi dalam satu hari. Selain rumah bagi sekitar 3.000 tanaman khas australia, di Kings Park and Botanic Garden ini juga terdapat beberapa spot yang menarik antara lain, The Lotterywest Federation Walkway yang merupakan jembatan melengkung yang terbuat dari baja dan kaca sepanjang 620 meter. Selain itu, State War Memorial juga merupakan salah satu spot bersejarah di park ini. Area rumput hijau sekitar State War Memorial dan Fraser Avenue merupakan spot terbaik untuk menyaksikan sunset atau sekedar menikmati sungai Swan dari ketinggian. Dan untuk yang tidak takut ketinggian, bisa juga dicoba untuk menaiki 101 anak tangga yang meliuk di DNA Tower. 

State War Memorial


The Lotterywest Federation Walkway

Perth CBD tampak dari Kings Park



Fremantle, kota pelabuhan yang menawan 

Fremantle atau Freo orang lokal biasa menyebutnya, merupakan kota pelabuhan dan salah satu tempat favorit bagi saya selama di Western Australia, karena banyak sekali hal menarik, seru dan menyenangkan selama menjelajah di Fremantle. Banyak moda transportasi pilihan untuk mencapai Fremantle dari kota Perth dan kami memilih menggunakan kereta untuk sampai kesana. Jika kita berkendara dengan kereta menuju Fremantle dari kota Perth, kita bisa pilih Fremantle Line Train dari Perth station dengan biaya 4.60 AUD/orang. 

Salah satu sudut kota Fremantle



Banyak banget spot list yang ingin kami kunjungi, tapi karena ternyata kalau jalan kaki lumayan berjauh-jauhan dan cuaca yang terik, akhirnya hanya beberapa spot saja yang bisa kami kunjungi dan Fremantle tetap menjadi favorit! 

Fremantle market merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika berkunjung kesana, tapi perlu diingat juga nih jika market ini hanya buka pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Banyak banget variasi barang-barang yang dijual di market ini dari buah dan sayur segar, kue-kue yang menggiurkan sampai souvenir khas suku Aborigin. 

Fremantle market


Setelah cape mengelilingi Fremantle market dan main-main di Esplanade Park, fish and chips dan seafood di Kailis Fish Market Cafe jadi pilihan makan siang kami. Kailis ini salah satu resto seafood yang direkomendasikan oleh banyak orang karena rasanya yang enak, pilihan menu nya beragam dan yang paling penting adalah Halal. Setelah itu, kita bisa loh beli oleh-oleh di Freamantle untuk dibawa pulang ke Indonesia. Toko souvenir nya ada di area Fremantle market dan E-shed market, di E-shed market ini ada toko souvenir yang cukup besar, barang yang dijual pun sangat variatif dan bisa ditawar.. mungkin karena yang punya orang Indonesia ya, Hehee..


Pelabuhan di Fremantle yang dikelilingi oleh beragam resto, salah satu nya Kailis Fish Market Cafe

Ferris Wheel di Esplanade Park


Kepiting sebagai menu makan siang di Kailis Fish Market Cafe



Say hi to Koala di Caversham Wildlife Park
Belum lengkap rasanya jika ke Australia tapi tidak berfoto dengan Koala atau memberi makan Kanguru. Nah, di Caversham Wildlife Park inilah kami bisa melihat hewan-hewan khas Australia, bukan hanya Koala dan Kanguru saja, ada juga Wombat, Emu dan puluhan hewan lainnya. 

Salah satu transportasi yang bisa dipilih untuk sampai ke Caversham ini adalah dengan kereta, bisa pilih Midline line ke Bassendean (4.60 AUD/orang) kemudian dilanjutkan dengan bis ke Whiteman Park, dari sana ada free shuttle bus untuk sampai ke Caversham. 


Dengan harga tiket masuk 30 AUD untuk orang dewasa dan 13 AUD untuk anak-anak diatas 3 tahun, kami bisa menyaksikan atraksi Wombat and friend, memberi makan kanguru, berfoto dengan koala, farm show dan atraksi lainnya yang seru. Waktu yang direkomendasikan untuk bisa explore caversham ini kurang lebih selama 3 jam, jadi rasanya harus dijadwalkan 1 hari full untuk ke Caversham ini. 


Elizabeth Quay Pedestrian Bridge


Perth Town Hall




Sisa hari selama di Perth, kami habiskan dengan jalan-jalan sekitar City Center, banyak loh hal yang bisa dieksplor disana dari mulai taman kota dengan fasilitas bermain anak, berbagai macam resto dan cafe, museum sampai pusat perbelanjaan. Dan jika merencanakan untuk membeli barang branded di Perth dengan harga yang lebih murah, temen-temen bisa cari di Watertown Brand Outlet Center, tempat ini dilewati oleh bus CAT loh, jadi tidak terlalu jauh dari pusat kota untuk sampai kesana. 


Sekian dulu cerita liburan singkat kami di Perth. Semoga suatu hari kami bisa kembali ke Perth dan cerita ini bisa menjadi rekomendasi bagi kalian yang mau berkunjung ke Perth. See ya.. 



Comments

  1. Waah, perjalanan yg keren banget. Jadi pengen k Australia nih.

    Salam dari Lazwardy Journal mbak 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaa... Semoga pandemi segera berakhir yaa.. Terimakasih untuk masukannya ya :)

      Delete

Post a Comment